Tampilkan postingan dengan label Info Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Guru. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Maret 2012
Rabu, 29 Februari 2012
Kreativitas Guru
Dicap 'Guru Edan', Juli Eko Sarwono Justru Sabet penghargaan
Raut ceria selalu tampak pada wajah Juli Eko Sarwono (49), guru matematika SMP Negeri 19 Kabupaten Purworejo. Dengan sabar, ia berpindah dari meja kelompok satu ke kelompok lainnya. Sembari melempar dadu terbuat dari kertas, ia dengan sabar meminta muridnya melakukan uji statistik peluang munculnya angka. Dimeja lain, ia meminta murid perempuannya mempresentasikan rumus volume kerucut dengan caping kertas bekas sebagai modelnya.
Biasanya, pelajaran matematika merupakan momok bagi pelajar. Hingga sekarang, mungkin masih ada sebagian pelajar yang masih merasa dipusingkan dengan angka dan rumus. Bergelut dengan kalkulator hingga sempoa, serta menghitung berbagai fungsi dan persamaan.
Namun tidak bagi kelas yang diampu Juli Eko Sarwono. Wajah riang, penuh semangat dan serasa tanpa beban tampak pada raut murid-muridnya. "Saya mencoba membuat matematika menjadi menyenangkan, jika murid sudah suka, transfer ilmu akan mudah," ujarnya kepada KRjogja.com, sekolahnya, Selasa (31/1).
Model yang digunakan Juli sebenarnya sederhana. Ia mencoba merubah paradigma pelajaran matematika yang tidak lepas dari angka dengan memasukkan alat peraga. "Saya menyebut cara ini metode kontekstual, apa adanya," paparnya. Lanjutnya, metode tersebut terbilang jitu untuk diterapkan pada anak usia SMP. Lanjutnya, pelajar mampu mengimajinasikan rumus-rumus yang ada dalam buku dengan menerapkan langsung pada berbagai alat peraga.
Sebelum menerapkan metode tersebut, ia mengaku otoriter dalam mengajar. Selain itu, semua harus kaku diterapkan berdasarkan buku pelajaran yang digunakan. Namun, jelang kenaikan kelas, murid mengecap Juli sebagai guru galak dan mereka merasa tidak nyaman selama belajar. "Target nilai matematika terpenuhi, disisi lain, murid menganggap saya galak, mereka jadi tidak nyaman. Itu yang membuat saya berpikir untuk merubah cara mengajar siswa," katanya.
Bahkan, guru yang hanya lulusan Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) tahun 1986 itu mengaku kerap memasukkan sepeda motornya ke dalam kelas sebagai media belajar siswa. Sepeda motor itu, ia jadikan contoh ketika Juli mengajarkan tentang lingkaran dan benda tabung. "Mereka praktik sendiri, mengukur sepeda motor saya, dan akhirnya menerapkan rumus matematika untuk menghitung," ucapnya.
Mengajar dengan cara seperti Juli bukan tanpa tantangan. Saat mengawali metode itu beberapa tahun silam, rekan sekerja melayangkan protes. Setiap kali usai mengajarkan matematika, ia meminta murid menempelkan hasil perhitungan berbagai rumus di tembok kelas. Selain itu, alat peraga juga dianggap bikin sumpek dan mengotori ruang kelas. Ia juga pernah dianggap sebagai guru 'edan' lantaran cara mengajar yang dinilai aneh.
Namun, setelah metodenya berhasil mencetak nilai bagus dan kenyamanan dalam belajar, ia justru didukung teman sekerjanya. Bahkan, sekolah meminjaminya satu kelas khusus untuk laboratorium matematika. "Kelas ini khusus matematika, jadi seperti laboratorium namun sederhana. Setiap pelajaran matematika untuk kelas sembilan, diajarkan di kelas khusus ini," paparnya.
Keberhasilan cara mengajar Juli juga membuatnya menjadi pembicara pada sejumlah seminar nasional bertema pendidikan di sejumlah tempat dan stasiun televisi. Ia tidak mempersoalkan dirinya tidak pernah lulus sebagai sarjana. Ia juga mengaku tidak masalah jika belum lolos uji sertifikasi. Juli merasa cukup dengan penghasilannya sebagai guru dan berwiraswasta. Sepulang mengajar di SMP 19 Purworejo, ia berjualan bakso keliling di lingkungan rumahnya di Desa Jogonegoro Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. "Lumayan, dapat tambahan penghasilan sedikitnya Rp 70 ribu setiap hari," ujarnya.
Dicap 'edan' ternyata tidak membuat Juli Eko Sarwono minder. Justru hal itu makin terlecut semangatnya untuk terus maju menjadi yang terbaik. Bahkan, karena kiprahnya, Juli mendapat penghargaan sebagai 'Good Practices' di bidang pendidikan oleh lembaga donatur asing Decentralized Basic Education 3 (DBE 3) - USAID.Model yang digunakan Juli sebenarnya sederhana. Ia mencoba merubah paradigma pelajaran matematika yang tidak lepas dari angka dengan memasukkan alat peraga. "Saya menyebut cara ini metode kontekstual, apa adanya," paparnya. Lanjutnya, metode tersebut terbilang jitu untuk diterapkan pada anak usia SMP. Lanjutnya, pelajar mampu mengimajinasikan rumus-rumus yang ada dalam buku dengan menerapkan langsung pada berbagai alat peraga.
Sebelum menerapkan metode tersebut, ia mengaku otoriter dalam mengajar. Selain itu, semua harus kaku diterapkan berdasarkan buku pelajaran yang digunakan. Namun, jelang kenaikan kelas, murid mengecap Juli sebagai guru galak dan mereka merasa tidak nyaman selama belajar. "Target nilai matematika terpenuhi, disisi lain, murid menganggap saya galak, mereka jadi tidak nyaman. Itu yang membuat saya berpikir untuk merubah cara mengajar siswa," katanya.
Bahkan, guru yang hanya lulusan Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) tahun 1986 itu mengaku kerap memasukkan sepeda motornya ke dalam kelas sebagai media belajar siswa. Sepeda motor itu, ia jadikan contoh ketika Juli mengajarkan tentang lingkaran dan benda tabung. "Mereka praktik sendiri, mengukur sepeda motor saya, dan akhirnya menerapkan rumus matematika untuk menghitung," ucapnya.
Mengajar dengan cara seperti Juli bukan tanpa tantangan. Saat mengawali metode itu beberapa tahun silam, rekan sekerja melayangkan protes. Setiap kali usai mengajarkan matematika, ia meminta murid menempelkan hasil perhitungan berbagai rumus di tembok kelas. Selain itu, alat peraga juga dianggap bikin sumpek dan mengotori ruang kelas. Ia juga pernah dianggap sebagai guru 'edan' lantaran cara mengajar yang dinilai aneh.
Namun, setelah metodenya berhasil mencetak nilai bagus dan kenyamanan dalam belajar, ia justru didukung teman sekerjanya. Bahkan, sekolah meminjaminya satu kelas khusus untuk laboratorium matematika. "Kelas ini khusus matematika, jadi seperti laboratorium namun sederhana. Setiap pelajaran matematika untuk kelas sembilan, diajarkan di kelas khusus ini," paparnya.
Keberhasilan cara mengajar Juli juga membuatnya menjadi pembicara pada sejumlah seminar nasional bertema pendidikan di sejumlah tempat dan stasiun televisi. Ia tidak mempersoalkan dirinya tidak pernah lulus sebagai sarjana. Ia juga mengaku tidak masalah jika belum lolos uji sertifikasi. Juli merasa cukup dengan penghasilannya sebagai guru dan berwiraswasta. Sepulang mengajar di SMP 19 Purworejo, ia berjualan bakso keliling di lingkungan rumahnya di Desa Jogonegoro Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. "Lumayan, dapat tambahan penghasilan sedikitnya Rp 70 ribu setiap hari," ujarnya.
Kepala SMPN 19 Purworejo Daryanto SPd menambahkan, sekolah mendukung metode pembelajaran yang diterapkan Juli Eko Sarwono karena terbukti bisa mengangkat nilai siswa. Nilai rata-rata sudah naik dari 5,4 menjadi lebih dari 7,5 untuk mata pelajaran matematika. "Kami dukung penuh, selain kebijakan juga dengan membangun laboratorium khusus matematika," ungkapnya. (Jas)
Selasa, 21 Februari 2012
Ujian Sekolah
Nomor : 420/Bid.SM.I/II/2012/1712
Sifat : Penting
Lampiran : 1 (satu) rangkap
Hal : Jadwal Ujian Sekolah Kls IX SMP/MTs
Menindaklanjuti Permendikbud RI Nomor 59 Tahun 2011 tentang Kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2011/2012, dengan itu diminta perhatian saudara sebagai berikut :
1. Setiap satuan pendidikan supaya menyusun POS US/M sebagai pedoman dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah (US/M).
2. Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) tersebut dilaksanakan untuk semua mata pelajaran yang terdiri dari Ujian Tertulis dan Ujian Praktik dan dalam menyusun bahan Ujian Sekolah (kisi-kisi dan merakit soal) berdasarkan kurikulum yang berlaku pada masing2 pendidikan.
3. Ujian Sekolah (US) merupakan bagian/serangkaian dari Ujian Nasional (UN), maka dalam pelaksanaan/penyelenggaraannya (Pengaturan Ruang Ujian,Pengawasan Ruang Ujian dan tata tertib) tetap berpedoman pada Prosedur Operasi Standar (POS) Nomor 0011/P/BSNP/XII/2011 tentang Ujian Nasional SMP/MTs Tahun Pelajaran 2011/2012.
4. Jadwal Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) :
b. SMP/MTs :
- Ujian Praktik US dilaksanakan tanggal 19 s.d 24 Maret 2012
- Ujian Teori US SMP/MTs mulai tanggal 26 s.d 30 Maret 2012
5. Dalam pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) dimaksud akan dipantau oleh Ditjen Pendidikan Menengah/Inspektorat Jenderal Kemendiknas dan Tim Monitoring Dinas Pendidikan Kota pekanbaru untuk itu setiap Satuan Pendidikan Negeri/Swasta supaya melaksanakannya menurut jadwal.
6. Masing-masing satuan pendidikan membuat leger/daftar kolektif nilai secara manual Nilai Ujian Sekolah untuk seluruh mata pelajaran yang diujinasionalkan maupun yang tidak diujinasionalkan (format sementara terlampir).
7. Rumus Nilai Ujian Sekolah/Madrasah (N US/M) adalah Nilai Ujian Tertulis (teori) ditambah Nilai Ujian Praktik dibagi dua,dengan rumus :
N US/M = (N UT + N UP) / 2
8. Nilai rapor semester 6 adalah terdiri Nilai Praktik ditambah nilai ulangan tengah semester 6, dan ditambah nilai ulangan harian semester 6 dibagi tiga, dengan rumus :
N Rapor Smt 6 = (N Pr + N Uts + N Uh) / 3
9. Nilai Sekolah (N/S) adalah Nilai Gabungan 0,60 Nilai Ujian Sekolah ditambah 0,40 rata-rata Nilai Rapor Semester 1,2,3,4 dan semester 5 untuk SMP/MTs, dan SMK dan Nilai rapor Semester 3,4 dan 5 untuk SMA/MA dengan rumus : Nilai S/M = 0,60 N US + 0,40 N RT
10. Nilai Sekolah (N/S) tersebut dikirim ke Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru paling lambat :
- SMP/MTs tanggal 5 April 2012.
11. Perlu kami ingatkan bahwa sekolah tidak dibenarkan merubah Nilai rapor dan tidak dibenarkan mengganti rapor yang telah dikeluarkan oleh sekolah.
12. Jadwal libur peserta didik kelas terendah selama pelaksanaan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional sebagai berikut :
a.Kelas VII dan VIII SMP/MTs, mulai tanggal 26 s.d 30 Maret 2012 dan 23 s.d 26 April 2012.
13. Mengirimkan POS Ujian Sekolah / Madrasah (US/M) 1 (satu) rangkap ke Disdik Kota Pekanbaru Bidang Sekolah Menengah paling lambat kami terima tanggal 5 Maret 2012.
14. Apabila ternyata terdapat ada pihak sekolah tidak mengindahkan ketentuan di atas,akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
Demikian disampaikan untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya,atas perhatian saudara diucapkan terima kasih.
KEPALA DINAS PENDIDIKAN
KOTA PEKANBARU
Drs. H. YUZAMRI YAKUB, M.Pd
Kamis, 19 Januari 2012
Bahaya Rokok
TIKA KORBAN PEROKOK PASIF
Kamis, 30/12/2010 16:38 WIB
Jakarta, 'Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru'.
Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter, tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring sosial.
Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu, perempuan kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter dan Facebook.
Dalam status Facebook dan akun Twitternya @tikuyuz, perempuan yang oleh teman-temannya disapa Tika ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu malam berada di RS Sulianti Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya.
Namun tiba-tiba pada Kamis 30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan perempuan manis tersebut telah meninggal dunia.
Tika adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam status-statusnya Tika menegaskan dia tidak merokok tapi dia adalah korban dari asap si perokok.
Dia menulis dirinya terkena flek paru dan divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex. Meski sudah divonis menderita penyakit paru parah, dia mengaku tidak menyerah dengan penyakit ini.
"Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I'm not afraid of you :))," kata Tika dalam status Twitternya pada 24 Desember 2010.
Akibat penyakitnya ini Tika mengaku berat badannya melorot hingga 35 Kg padahal normal berat badannya 42 Kg. Penyakit ini telah membuatnya sering mengalami sesak napas, batuk keras dan pilek.
Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok. Sudah tak terhitung berapa banyak korban sakit paru-paru dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30 persen terkena penyakit mematikan mulai dari flek paru hingga kanker paru-paru.
Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.
Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.
Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.
Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.
Dilansir dari National Cancer Institute, badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.
Diperkirakan orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen. Tapi jika perokok pasif tersebut tinggal bersama dengan seorang perokok aktif maka peluangnya menjadi lebih besar. Karena ada kemungkinan orang tersebut terpapar asap rokok setiap harinya, sehingga akumulasi dari zat-zat kimia tersebut semakin besar.
Beberapa penelitian lain menunjukkan asap rokok tak hanya menimbulkan kanker paru-paru saja, tapi juga kanker payudara, kanker rongga sinus hidung, leukimia, limfoma dan tumor otak pada anak-anak. Tapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk hubungannya dengan kanker-kanker ini.
Paparan dari asap rokok ini bisa mengiritasi saluran udara dan memiliki efek bahaya langsung terhadap jantung dan pembuluh darah. Di Amerika Serikat sendiri perokok pasif telah menyebabkan penyakit jantung sebesar 46.000 setiap tahunnya.
Jika Anda seorang perokok pasif dan tidak ingin terkena kanker paru-paru, sebaiknya hindari tempat-tempat yang memiliki asap rokok serta cobalah untuk tidak terlalu dekat dengan perokok. Selain itu, perbanyak makanan yang mengandung antioksidan dan terapkan pola hidup sehat. Dan buat para perokok menjauhlah agar orang-orang terdekat Anda tidak menjadi korban.
Salam
Satria Dharma
Kamis, 30/12/2010 16:38 WIB
Jakarta, 'Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru'.
Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter, tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring sosial.
Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu, perempuan kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter dan Facebook.
Dalam status Facebook dan akun Twitternya @tikuyuz, perempuan yang oleh teman-temannya disapa Tika ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu malam berada di RS Sulianti Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya.
Namun tiba-tiba pada Kamis 30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan perempuan manis tersebut telah meninggal dunia.
Tika adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam status-statusnya Tika menegaskan dia tidak merokok tapi dia adalah korban dari asap si perokok.
Dia menulis dirinya terkena flek paru dan divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex. Meski sudah divonis menderita penyakit paru parah, dia mengaku tidak menyerah dengan penyakit ini.
"Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I'm not afraid of you :))," kata Tika dalam status Twitternya pada 24 Desember 2010.
Akibat penyakitnya ini Tika mengaku berat badannya melorot hingga 35 Kg padahal normal berat badannya 42 Kg. Penyakit ini telah membuatnya sering mengalami sesak napas, batuk keras dan pilek.
Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok. Sudah tak terhitung berapa banyak korban sakit paru-paru dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30 persen terkena penyakit mematikan mulai dari flek paru hingga kanker paru-paru.
Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.
Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.
Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.
Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.
Dilansir dari National Cancer Institute, badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.
Diperkirakan orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen. Tapi jika perokok pasif tersebut tinggal bersama dengan seorang perokok aktif maka peluangnya menjadi lebih besar. Karena ada kemungkinan orang tersebut terpapar asap rokok setiap harinya, sehingga akumulasi dari zat-zat kimia tersebut semakin besar.
Beberapa penelitian lain menunjukkan asap rokok tak hanya menimbulkan kanker paru-paru saja, tapi juga kanker payudara, kanker rongga sinus hidung, leukimia, limfoma dan tumor otak pada anak-anak. Tapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk hubungannya dengan kanker-kanker ini.
Paparan dari asap rokok ini bisa mengiritasi saluran udara dan memiliki efek bahaya langsung terhadap jantung dan pembuluh darah. Di Amerika Serikat sendiri perokok pasif telah menyebabkan penyakit jantung sebesar 46.000 setiap tahunnya.
Jika Anda seorang perokok pasif dan tidak ingin terkena kanker paru-paru, sebaiknya hindari tempat-tempat yang memiliki asap rokok serta cobalah untuk tidak terlalu dekat dengan perokok. Selain itu, perbanyak makanan yang mengandung antioksidan dan terapkan pola hidup sehat. Dan buat para perokok menjauhlah agar orang-orang terdekat Anda tidak menjadi korban.
Salam
Satria Dharma
Sabtu, 14 Januari 2012
Belajar dari Munif Chatib (1)
Melukis Angka.
Latif adalah siswa yang bermasalah dalam belajar. Masalah yang dia alami sangat kompleks karena kombinasi berbagai masalah. Pertama, dia tidak pernah masuk kelas. Oleh karena itu,banyak sekali materi yang tidak pernah ia ikuti. Kedua, dia tdk pernah membawa buku dan alat tulis. Latif sama sekali tidak termotivasi untuk belajar,akibatnya dia tidak bisa mengenal angka dan penjumlahan.
Ternyata, keluarga menjadi latar belakang terbesar masalah Latif. Sang ibu telah lama bekerja di luar negeri,sementara ayahnya memiliki pekerjaan tidak tetap dan sering ke luar kota. Kondisi ini membuat sang ayah sama sekali tidak memberikan perhatian kepada anaknya,khususnya soal pendidikan. Latif tinggal bersama neneknya yang sama sekali tak peduli urusan sekolah sang cucu. Dapat disimpulkan,masalah Latif bersumber pada kurang perhatian dan kurang kasih sayang orang tuanya.
Namun dibalik masalah tersebut,tersimpan potensi yang luar biasa. Latif sangat suka menggambar dan mewarnai (kecerdasan spasial visual). Guru matematika di kelas Latif punya ide untuk mengajarkan penjumlahan lewat pintu kecerdasan Latif. Guru tersebut memberikan kesempatan kepada Latif untuk belajar penjumlahan dengan cara melukis angka-angka penjumlahan pada kertas folio yang disambung berjejer di dinding kelas. Betapa antusiasnya Latif "menggambar" di dinding tersebut. Inilah sebuah proses gaya mengajar yang berhasil masuk dalam dunia siswa.
Sekarang Latif termotivasi untuk sekolah dan sangat enjoy dengan pelajaran matematika. Hasilnya dia mampu menguasai materi penjumlahan yang dahulu dibencinya.
(Sekolahnya Manusia,Munif Chatib)
Melukis Angka.
Latif adalah siswa yang bermasalah dalam belajar. Masalah yang dia alami sangat kompleks karena kombinasi berbagai masalah. Pertama, dia tidak pernah masuk kelas. Oleh karena itu,banyak sekali materi yang tidak pernah ia ikuti. Kedua, dia tdk pernah membawa buku dan alat tulis. Latif sama sekali tidak termotivasi untuk belajar,akibatnya dia tidak bisa mengenal angka dan penjumlahan.
Ternyata, keluarga menjadi latar belakang terbesar masalah Latif. Sang ibu telah lama bekerja di luar negeri,sementara ayahnya memiliki pekerjaan tidak tetap dan sering ke luar kota. Kondisi ini membuat sang ayah sama sekali tidak memberikan perhatian kepada anaknya,khususnya soal pendidikan. Latif tinggal bersama neneknya yang sama sekali tak peduli urusan sekolah sang cucu. Dapat disimpulkan,masalah Latif bersumber pada kurang perhatian dan kurang kasih sayang orang tuanya.
Namun dibalik masalah tersebut,tersimpan potensi yang luar biasa. Latif sangat suka menggambar dan mewarnai (kecerdasan spasial visual). Guru matematika di kelas Latif punya ide untuk mengajarkan penjumlahan lewat pintu kecerdasan Latif. Guru tersebut memberikan kesempatan kepada Latif untuk belajar penjumlahan dengan cara melukis angka-angka penjumlahan pada kertas folio yang disambung berjejer di dinding kelas. Betapa antusiasnya Latif "menggambar" di dinding tersebut. Inilah sebuah proses gaya mengajar yang berhasil masuk dalam dunia siswa.
Sekarang Latif termotivasi untuk sekolah dan sangat enjoy dengan pelajaran matematika. Hasilnya dia mampu menguasai materi penjumlahan yang dahulu dibencinya.
(Sekolahnya Manusia,Munif Chatib)
Jumat, 30 Desember 2011
Untuk Anak Bangsa: [KLIPING] Selamat Datang Kurikulum 2015
Untuk Anak Bangsa: [KLIPING] Selamat Datang Kurikulum 2015: Oleh Rahadian P. Paramita Sumber : http://pendidikan-alternatif.blogspot.com/2011/04/selamat-datang-kurikulum-2015.html Pic. source : ...
Selasa, 20 Desember 2011
Cara Pengisian Raport 2011
Pengisian Raport Versi 2011
1. Kolom mata pelajaran diisi dengan bidang studi, Untuk MULOK bila ada pilihan dan wajib maka keduanya ditulis.
2. Kolom KKM.
Diisi dengan KKM masing2 pelajaran,dengan angka 0 – 100.
3. Kolom Nilai Angka dan Huruf.
Diisi dengan Angka Puluhan tanpa koma contoh 75 ditulis tujuh puluh lima. Nilai huruf ditulis dalam 2 baris. Angka dan huruf ditulis dengan tinta hitam.
4. Kolom Deskripsi kemajuan belajar. Diisi dengan :
- Belum Tercapai ( jika dibawah KKM)
- Tercapai (jika sama dengan KKM)
- Terlampaui (jika melampaui KKM).
Bisa juga diisi detail sesuai dengan pencapaian SK nya contoh : SK 1 dan 2 terlampaui,SK 3 tercapai, SK 4 belum tercapai
5. Kegiatan Pengembangan Diri.
a. Kolom Pengembangan Diri diisi dengan nama kegiatan pengembangan diri yang dipilih siswa,misalnya pramuka, PMR,Olahraga,dll.
Jika ada lebih dari 1 jenis kegiatan maka maksimal 3 nilai terbaik yang dimasukkan.
b. Kolom nilai diisi dengan nilai yang dicapai siswa dalam bentuk Kualitatif A, B, C , D dan E.
A = Sangat Baik, B= Baik, C=Cukup, D= KUrang dan E = Sangat Kurang.
c. Kolom Keterangan diisi dengan deskripsi mengenai Pengetahuan, Sikap dan Ketrampilan tertinggi yang dicapai siswa.
Ditulis dengan ungkapan positif yang memotivasi, misalnya : “mampu berpidato dalam topic-topik yg dikenal dg bahasa yang akurat lancar dan penuh percaya diri.”
6. Akhlak dan Kepribadian.
Nilainya ditulis dengan kualitatif yaitu Sangat Baik, Baik atau Kurang Baik.
7. Pindah Sekolah.
Bagian Pindah Masuk , diisi keterangan tentang data peserta didik di sekolah yang baru dan ditandatangi oleh Kepala Sekolah.
8. Catatan Prestasi.
Diisi dengan catatan prestasi siswa selama satu semester. Misalnya : menjadi duta seni, mengikuti program pertukaran pelajar dan sebagainya.
Sumber Diknas Kota Pekanbaru,Riau
Sabtu, 19 November 2011
Pembelajaran
Bagaimana membuat kelas yang menarik ?
Seluruh guru pasti akrab dan tidak asing lagi dengan yang namanya RPP, terlepas apakah dibuat hanya sebagai formalitas atau betul-betul dijadikan pedoman ketika akan mengajar di kelas.
Jika diamati lebih jauh isi dari kandungan RPP dan kita gabungkan dengan filosofi dari kurikulum KTSP,maka akan kita dapati 3 bagian besar yang harus diperhatikan :
1. Pengalaman Belajar
2. Media Belajar
3. Penilaian
1. Pengalaman Belajar.
Kita yakin semua metode belajar yang dibuat oleh para ahli dimaksudkan untuk tidak membuat siswa bosan dan jenuh dengan pembelajaran, sehingga perlu kejelian dan analisa yang mendalam dari para pendidik untuk memilih metode belajar yang tepat pada setiap RPP nya.
Metode belajar ini erat kaitannya dengan Pengalaman belajar yang harus dialami oleh para siswa sesuai dengan tipe materi yang disampaikan dan tingkat pemahaman dari para siswanya.
Banyak sudah buku-buku yang bertebaran di toko buku dan di internet yang membantu kita untuk dapat membuat pengalaman belajar yang menarik bagi siswa sehingga siswa betul-betul mengalami dan senang ketika belajar.
Banyak contoh pengalaman belajar yang dapat dikembangkan, misalnya di pelajaran matematika; siswa dapat diajak untuk bermain pasar-pasaran sambil mengenalkan dan melatih konsep aritmatika sosial,bermain sulap untuk melatih kemampuan operasi hitungnya,atau menggambar untuk melatih kemampuan geometrinya.
Jika pengalaman belajar ini muncul dalam kegiatan inti yang ditulis oleh para guru di RPP masing-masing maka kita bisa bayangkan bagaimana kreatifnya siswa kita nanti .
bersambung.....
Eko Suprihantomo
Langganan:
Postingan (Atom)